media pengiklanan

Minggu, 16 Agustus 2009

Orang Besar Selalu Berpikir Besar

Anda besar dengan berpikir besar. Anda kecil bila berpikir kecil. Keterbatasan anda adalah pikiran anda. Mimpi dianugerahkan agar anda bisa berpikir besar. Maka bermimpilah menjadi besar. Mulailah dari pikiran anda. Keberhasilan semata-mata bagaimana anda meletakkanya dalam pikiran. Tidak ada yang salah pada lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu anda. Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi anda untuk meraih keberhasilan. Tinggal anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar.

Tak ada yang salah pada katak yang merindukan bulan. Tak ada yang salah pada kera yang ingin menjadi dewa. Jangan hiraukan ucapan orang lain. Bergaullah dengan orang-orang yang berkepribadian besar. Perlakukanlah diri anda dengan penuh rasa hormat, maka orang lain akan menghormati anda sebagai orang besar.

Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada di dalam diri anda sendiri, yaitu di dalam cara anda berpikir dan bersikap. (Fred Corbett)

"Anda adalah Buah Pikiran anda sendiri". David J. Schwartz dalam bukunya " Berpikir dan Berjiwa Besar ( The Magic of Thinking Big)"

Baca Juga buku dengan judul "The Secret" karangan Rhonda Byrne yang membahas tentang "The Law of Attraction (Hukum Ketertarikan) dimana sesuatu yang anda pikirkan akan memberikan umpan balik kepada anda sendiri.

Kisah Penting :

  • seorang Thomas Alfa Edisson tidak akan berhasil menciptakan sebuah lampu dengan 2000 kali kegagalan jika ia tidak percaya bahwa dirinya mampu menciptakan sebuah lampu.
  • Seorang anak bernama Honda dengan pengalamannya di SMA yang sering melamun dan tidak pernah memperhatikan gurunya sampai-sampai Drop Out dari sekolah namun setelahnya mampu menciptakan Kendaraan Bermesin dari hasil lamunannya, apakah ia mampu mencapainya tanpa percaya bahwa ia bisa.
  • Masih banyak kisah-kisah orang besar yang menggunakan prinsip ini...

So...Tetaplah Berpikir dan Berjiwa Besar,,,,Salam Dahsyat,,,Sukses,,,,sukses,,,,sukses,,,Krisztian Wijaya

Hukum Pygmalion ( Hukum Positif Thinking )

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

  • Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
  • Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
  • Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

  • Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
  • Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.

Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai

Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

The Parable of a Pipeline ( Kisah Pembuat Saluran Pipa)

Tahun 1801, di sebuah lembah di Italia. Ada dua orang saudara sepupu yang sangat ambisius. Yang pertama bernama Pablo, yang kedua Bruno. Mereka tinggal berdampingan di sebuah desa kecil di Italia.

Kedua orang itu merupakan anak-anak muda yang sangat berkualitas. Mereka juga memiliki cita-cita yang tinggi.

Mereka sering berkhayal bagaimana kalau suatu hari nanti mereka menjadi orang TERKAYA di desanya. Keduanya merupakan orang yang sangat cemerlang dan amat tekun bekerja. Yang mereka perlukan adalah kesempatan.

Pada suatu hari kesempatan itu pun datang. Kepala desa itu memutuskan untuk mempekerjakan dua orang untuk membawa air dari sungai ke sebuah penampungan air di tengah desa itu. Pekerjaan itu dipercayakan kepada Pablo dan Bruno.

Keduanya masing-masing membawa dua ember dan segera menuju ke sungai. Menjelang sore hari, keduanya telah mengisi penampungan air sampai mencapai sisi-sisi permukaannya. Ketua desa menggaji mereka masing-masing berdasarkan jumlah ember air yang mereka bawa.

“Wah, ini berarti cita-cita kita terkabul !” seru Bruno.
“Saya tidak bisa percaya bahwa kita bisa mendapat rezeki
sebanyak ini.”

Tapi Pablo tidak ingin yakin begitu saja.

Punggungnya nyeri dan kedua telapak tangannya lecet-lecet. Itu akibat ia membawa dua buah ember yang berat. Keesokan paginya ia merasa takut saat harus pergi kerja. Karena itu, ia berpikir keras mencari akal bagaimana caranya membawa air dari sungai ke desanya. Keesokan harinya, Pablo berkata kepada Bruno: “Bruno, saya punya rencana,” kata Pablo keesokan harinya saat mereka mengambil ember-ember dan berangkat menuju ke sungai. “Daripada kita mondar-mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa penny per hari, kenapa kita tidak sekalian saja membuat sebuah saluran dari sungai ke desa kita.”

Bruno menghentikan langkahnya seketika. “Saluran pipa! Ide dari mana itu ?” seru Bruno. “Kita ‘kan sudah mempunyai pekerjaan yang sangat bagus, Pablo. Saya bisa membawa seratus ember sehari. Dengan upah satu penny per ember, berarti penghasilan kita bisa satu dolar per hari! Saya akan menjadi orang kaya! Dan pada akhir minggu, saya bisa membeli sepatu baru. Pada akhir bulan saya bisa membeli seekor sapi. Dan pada akhir bulan ke enam, saya sudah bisa membangun sebuah gubuk baru. Tidak ada pekerjaan semenguntungkan ini di desa ini. Pada akhir minggu kita dapat libur. Dan setiap tahun, kita juga berhak cuti selama dua minggu dengan gaji utuh. Kita akan memiliki kehidupan yang layak! Jadi buang jauh-jauh pikiran untuk membangun saluran pipa itu.”

Tapi Pablo tidak mudah putus asa. Ia dengan sabar menerangkan tentang rencana pembuatan pipa salurannya kepada sahabatnya itu. Akhirnya Pablo memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Ia tetap bekerja mengangkut ember-ember air. Separuh waktunya serta di akhiir Minggu dia luangkan untuk membangun saluran pipanya. Dari awal, dia sudah menyadari bahwa akan sangat sulit baginya untuk menggali saluran di tanah yang mengandung batu karang itu. Ia pun menyadari, lantaran upahnya itu berdasarkan jumlah ember yang diangkutnya, maka penghasilannya pun otomatis menurun. Dia paham benar bahwa dibutuhkan waktu satu tahun atau bahkan dua tahun, sebelum saluran pipanya bisa menghasilakan sesuatu yang berarti. Tetapi Pablo yakin akan impian dan cita-citanya. Karena itu, dia tetap giat bekerja.

Bruno dan orang-orang desa yang lainnya mulai mengejek Pablo. Dia menyebutnya “Pablo si manusia saluran pipa.” Bruno yang berpenghasilan hampir dua kali lipat dari pada Pablo terus membangga-banggakan barang-barang baru yang telah berhasil dibelinya. Dia sudah membeli seekor keledai yang dilengkapi dengan sadel kulit yang baru. Dia memarkir keledai barunya di samping gubuk barunya yang terdiri dari dua lantai. Dia juga membeli baju-baju indah dan bisa makan mewah di kedai. Orang-orang di desa menyebutnya “Mr. Bruno”. Mereka selalu menyambutnya kalau dia mentraktir mereka minum-minum di bar dan ikut tertawa-tawa saat dia menceritakan lelucon-leluconnya.

Tindakan-Tindakan Kecil Membuahkan Hasil Yang Besar

Sementara Bruno berbaring santai di hammock (jaring gantungan) di sore hari, pada akhir Minggu, Pablo terus saja menggali saluran pipanya. Pada bulan-bulan pertama, Pablo memang tidak bisa menunjukkan hasil dari usahanya. Pekerjaannya memang sangat berat. Bahkan lebih berat daripada pekerjaan Bruno, karena Pablo juga harus bekerja pada malam hari, demikian pula di akhir minggu.

Tapi Pablo selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun berdasarkan pada perjuangan yang dilakukan hari ini. Dari hari ke hari dia terus menggali. Inci per inci.

“Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit,” katanya sambil bersenandung saat dia mengayunkan cangkulnya pada tanah yang mengandung batu karang. Dari satu inci kemudian menjadi satu kaki, kemudian menjadi 10 kaki, kemudian menjadi 20 kaki, lalu 100 kaki dan seterusnya. ..

“Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” kata-kata itulah yang selalu dicamkan pada dirinya sendiri saat dia kembali ke gubuknya yang sederhana. Tubuhnya amat lelah setelah seharian bekerja. Dia sudah bisa memperkirakan keberhasilan yang akan dicapainya. Caranya adalah setiap hari dia menetapkan sasaran yang akan dicapainya hari itu. Lalu dia akan berusaha keras untuk mencapainya. Dia juga selalu yakin bahwa lama kelamaan hasil yang dicapainya akan jauh lebih besar daripada perjuangan yang dilakukannya.

“Fokuskan selalu pada imbalan yang akan diperoleh,” kata-kata itu senantiasa ia ulang-ulang saat dia pergi tidur. Sementara dari bar di desa itu terdengar gelak tawa mengiringinya ke alam mimpi.

“Fokuskan selalu pada imbalan yang akan diperoleh… ”

Hari berganti bulan. Pada suatu hari, Pablo menyadari bahwa saluran pipanya sudah setengah jadi. Berarti, dia hanya perlu berjalan setengahnya dari jarak yang biasa dia tempuh untuk mengisi ember-embernya. Dan waktu yang tersisa digunakannya untuk menyelesaikan saluran pipanya. Saat-saat penyelesaian saluran pipanya pun semakin mendekat.

Saat beristirahat, Pablo menyaksikan sahabatnya Bruno yang rerus saja mengangkut ember-ember. Bahu Bruno tampak semakin lama, semakin membungkuk. Dia menyeringai kesakiran, langkahnya semakin lamban akibat kerja keras seriap hari. Bruno merasa sedih dan kecewa karena dia menyadari bahwa dia ditakdirkan untuk terus mengangkut ember-ember seriap hari sepanjang hidupnya.

Dia semakin jarang bersantai-santai di tempat tidur gantungnya. Dia lebih sering terlihat di bar. Saat pengunjung bar melihat Bruno, mereka saling berbisik, “Nah, ini dia Bruno si manusia ember,” dan mereka tersenyum geli saat beberapa orang mabuk meniru postur tubuh Bruno yang sudah membungkuk dan cara jalannya yang terseok-seok. Bruno tidak lagi suka mentrakrir minum teman-temannya atau menceritakan lagi lelucon-lelucon. Dia lebih suka duduk sendiri di sudut yang gelap ditemani botol-botol kosong disekelilingnya.

Akhirnya, saat bahagia Pablo pun tiba. Saluran pipanya sudah rampung! Orang-orang desa berkumpul saat air mulai mengalir dari saluran pipanya menuju ke penampungan air di desa. Sekarang, desa itu sudah bisa mendapat pasokan air bersih secara tetap. Bahkan orang-orang yang semula tinggal di sekeliling desa tersebut sengaja pindah ke sana. Desa itu pun kemudian terus tumbuh dan semakin makmur.

Setelah saluran pipa itu selesai Pablo tidak perlu lagi membawa-bawa ember. Airnya akan terus mengalir baik dia sedang bekerja maupun tidak. Air itu mengalir saat dia makan dan saat dia tidur. Air itu mengalir di akhir minggu ketika dia asyik bermain. Semakin banyak air yang mengalir ke desa itu semakin banyak pula uang yang mengalir ke kantong Pablo.

Pablo yang tadinya terkenal dengan julukan Pablo si Manusia Saluran Pipa sekarang menjadi lebih terkenal dengan sebutan Pablo Si Manusia Ajaib. Para politisi memujinya karena mempunyai visi yang baik. Mereka bahkan memintanya untuk mencalonkan diri sebagai wali kota. Tapi Pablo paham sekali bahwa apa yang dia capai bukanlah sebuah keajaiban. Hal ini hanyalah merupakan langkah awal dari pencapaian suatu cita-cita yang besar. Memang benar. Nyatanya Pablo mepunyai rencana yang jauh lebih besar daripada yang dia sudah laksanakan di desanya.

Pablo berencana untuk membangun saluran pipa di seluruh dunia!

Saluran pipa membuat Bruno si Manusia Ember kehilangan pekerjaannya. Pablo merasa sangat prihatin melihat sahabatnya itu sampai harus mengemis-ngemis minuman di bar. Karena itulah Pablo berencana untuk menemui Bruno.

“Bruno, saya datang ke sini untuk meminta bantuanmu.”

Bruno meluruskan bahunya yang bongkok. Matanya yang tampak kelam pun mengecil. “Jangan menghina saya, ya,” kata Bruno.

“Tidak, saya datang ke sini bukan untuk menghina kamu” kata Pablo. “Justru saya mau menawarkan peluang bisnis yang amat bagus. Dua tahun lamanya saya bekerja untuk bisa menyelesaikan pembangunan pipa saya yang pertama. Tapi, dalam masa dua tahun tersebut saya belajar banyak hal. Saya jadi tahu alat-alat apa saja yang harus digunakan. Saya jadi lebih paham di tempat mana saja sebaiknya saya harus mencangkul dan menggali. Saya juga mengerti di mana saja sebaiknya pipa-pipa itu harus dipasang. Dan selama saya bekerja, saya juga rajin mencatat mengenai semua itu. Oleh karena itu, sekarang ini saya sudah mampu mengembangkan suatu cara yang lebih baik untuk membangun saluran-saluran pipa lainnya. Sebetulnya, bisa saja saya membangun saluran pipa itu sendirian dalam waktu setahun. Tetapi rasanya, untuk apa saya menghabiskan waktu satu tahun hanya untuk membangun satu saluran pipa itu. Rencana saya adalah mengajari kamu dan yang lain-lainnya cara-cara membangun pipa. Nantinya kamu dan yang lain-lainnya itu mengajarkan lagi kepada orang-orang baru lainnya lagi. Begitulah sererusnya sampai suatu saat nanti setiap desa di wilayah ini memiliki saluran pipa. Lalu, saluran pipa ini menyebar ke setiap desa, di negara kita. Dan bahkan akhirnya, pipa-pipa ini akan ada di setiap desa di seluruh dunia!”

“Coba saja kamu renungkan,” kata Pablo melanjutkan, “Kita nantinya bisa mengutip sejumlah uang untuk setiap galon air yang dialirkan melalui saluran-saluran pipa air tersebut. Semakin banyak air yang mengalir melalui saluran-saluran pipa, semakin banyak uang yang akan masuk ke kantong kira. Pipa yang baru saya buat ini sebenarnya bukanlah akhir dari suatu cita-cita. Justru pipa saya itu merupakan awal dari cita-cita.”

Akhirnya Bruno menyadari juga betapa besarnya potensi bisnis yang ditawarkan sahabatnya itu. Dia tersenyum sambil mengasongkan tangannya yang lecet-lecet itu kepada sahabatnya. Mereka berjabatan tangan kemudian berpelukan. Bagaikan dua orang sahabat lama yang sudah lama tidak berjumpa.

Peluang Usaha Saluran Pipa di Dunia Yang Didominasi Pembawa ember.

Tahun-tahun pun berlalu. Pablo dan Bruno sudah lama pensiun. Usaha saluran pipanya yang mendunia terus saja mengalirkan ratusan juta dolar setahun melalui rekening bank mereka. Ketika mereka berjalan-jalan di desa, kadang-kadang mereka melihat beberapa pemuda. Mereka tampak sibuk mengangkut air dengan ember.

Kedua sahabat dari masa kecil tersebut lalu mengajak berbincang-bincang pemuda-pemuda tersebut. Mereka menceritakan kisah hidup mereka. Lalu, mereka pun menawarkan bantuan mereka untuk membangun saluran pipa. Tetapi, hanya sedikit saja yang mau mendengarkan nasehat mereka dan bersedia meraih peluang untuk melakukan usaha di saluran pipa ini. Sedihnya, kebanyakan para pengangkut ember tersebut langsung menolak tawaran ini. Pablo dan Bruno juga sering sekali mendengar alasan-alasan yang mereka ungkapkan.

“Saya tidak ada waktu.” “Teman saya bilang bahwa dia kenal orang yang berusaha untuk membangun saluran pipa tetapi ternyata gagal.” “Cuma mereka yang lebih dahulu terjun di usaha saluran pipa ini yang akhirnya bisa sukses” “Seumur hidup saya pekerjaan saya adalah mengangkat ember. Saya ingin terus mempertahankan profesi saya itu.” “Saya tahu ada orang-orang yang akhirnya merugi gara-gara usaha saluran pipa. Saya tidak mau hal itu terjadi pada diri saya.”

Pablo dan Bruno benar-benar merasa prihatin bahwa banyak sekali orang yang tidak punya visi. Tetapi akhirnya mereka pasrah saja. Mereka sadar bahwa mereka hidup di dunia yang masih didominasi dengan mental pembawa ember tersebut. Hanya sedikit saja persentase orang-orang yang berani berambisi untuk mencapai kesuksesan melalui usaha saluran pipa. Mari mulai bangun saluran pipa kita bersama.

"Orang terkaya di dunia selalu membangun dan mencari jaringan, sedangkan orang lain bekerja" Robert T.Kiyosaki

Simak Bill Gates ( Orang terkaya di dunia) dengan Microsoft-nya, McDonald, KFC, CFC, Google, Jaringan operator HP, Jaringan PLN ke desa-desa, jaringan PDAM,dll, semakin banyak jaringan itu maka akan membuat seseorang ULTRAKAYA

Ubah pola pikir kita agar kita tidak selamanya menukar tenaga dan waktu kita untuk uang, biarkan agar uang yang bekerja keras untuk kita,,,salam Dasyat,,,Krisztian Wijaya


Senin, 02 Februari 2009

Resusitasi Jantung Paru ( RJP )

INDIKASI RJP

· Henti nafas
· Henti jantung

SEBAB HENTI NAFAS

SUMBATAN JALAN NAFAS
DEPRESI PUSAT PERNAFASAN
SEBAB HENTI JANTUNG
PENYAKIT KARDIOVASKULER
KEKURANGAN O 2 AKUT
KELEBIHAN DOSIS OBAT
GANGGUAN ASAM BASA
SYOK LISTRIK
ANESTHESI DAN PEMBEDAHAN
SYOK




TAHAPAN RJP
RJP PRIMER (yang dapat dilakukan oleh orang awam)

RJP SEKUNDER (hanya dpt dilakukan oleh tenaga medis dan paramedis terlatih & kelanjutan dari RJP primer)

RJP PRIMER
Airways manajemen
Breathing manajemen
Circulation manajemen
Defibrilation (AED) automatic external defibrilation
A B C yang tanpa alat

LANGKAH SEBELUM MELAKUKAN RJP

Keamanan Lingkungan
Cek respons
Minta tolong
Posisi pasien
Posisi penolong

AIRWAY
1. PEMERIKSAAN JALAN NAFAS
Cross finger
Sweeping finger
2. MEMBUKA JALAN NAFAS

Head Tilt

Chin Lift

Jaw Trust



BREATHING
MEMASTIKAN PASIEN TIDAK BERNAFAS

(look) : melihat pergerakan dada

(listen) : mendengar bunyi nafas
(

feel) : Merasakan hembusan nafas

MEMBERIKAN BANTUAN NAFAS
1. MULUT KE MULUT
2. MULUT KE HIDUNG
3. MULUT KE STOMA
Bantuan nafas awal ini diberikan sebanyak 2 kali konsentrasi O 2 yang dihasilkan16 – 17 %

CIRCULATION
MEMASTIKAN ADA TIDAKNYA DENYUT JANTUNG
meraba arteri karotis ( <>MEMBERIKAN BANTUAN SIRKULASI

KOMPRESI JANTUNG LUAR
PERBANDINGAN 30 : 2 SEBANYAK 5 SILKUS
TINDAKAN KOMPRESI YANG BENAR AKAN MENGHASILKAN TEKANAN SISTOLIK 60 – 80 mmHg (25 % DARI CURAH JANTUNG NORMAL)

EVALUASI
SETELAH 5 SIKLUS
Jika nadi (-) RJP kembali 30 : 2 sampai 5 siklus kemudian evaluasi kembali
Jika nadi (+) cek nafas dengan LLF, jika nafas (-) berikan bantuan nafas 8 – 10 kali/menit monitor nadi setiap saat
Jika nadi (+), nafas (+) adekuat pertahankan jalan nafas

PERTIMBANGAN STOP RJP
Telah timbul kembali sirkulasi dan ventilasi spontan dan efektif
Setelah 30 menit respon (-)
Setelah dimulai RJP ternyata pasien berada dalam stadium akhir penyakit
Penolong kelelahan
Lingkungan jadi berbahaya bagi penolong
RJP diambil alih oleh yang bertanggung jawab

KAPAN RJP DIHENTIKAN
30 menit tidak ada respon
Ada orang yang lebih kompeten
Telah berhasil RJP nafas (+) dan sirkulasi (+) untuk RJP (prognosa buruk)
Stadium terminal
Ada wasiat atau permintaan keluarga
Lingkungan yang tidak memungkinkan untuk RJP jika membahayakan penolong
Penolong kelelahan


RJP SEKUNDER
AIRWAY : Penanganan jalan nafas lanjut
BREATHING : Cek apakah oksigenasi dan ventilasi adequat
CIRCULATION : pasang IV akses, kontrol perdarahan pada kasus trauma
DRUGS : obat-obatan untuk RJP


PENANGANAN JALAN NAFAS DENGAN ALAT


OROPHARIGEAL AIRWAY/MAYO/GUEDEL

NASOPHARINGEAL AIRWAY

ENDOTRAKHEAL TUBE


KRIKOTIROTOMI



BANTUAN NAFAS DENGAN ALAT

MULUT KE POCKET
FACE MASK
MOUTH TO BAG MASK

BAG TO ETT

PENANGAN JALAN NAFAS LAINNYA
Laringeal Mask Airway/LMA
Esophageal-Trakheal Combitube
Krikothyroidektomi
Trakheostomi